Pemerintah Desa Glesungrejo Bersama TPID Kecamatan Baturetno “Ngangsu Kawruh”

glesungrejo.desa.id _ Program Inovasi Desa (PID) yang digagas Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus digaungkan melalui Bursa Inovasi Desa (BID). Hal itu dilakukan sebagai ajang replikasi untuk desa-desa lain di Indonesia maupun di negara berkembang.

Untuk peningkatan kapasitas penerapan inovasi Desa, Selasa 1 Oktober 2019 Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Baturetno mengadakan replikasi inovasi desa bersama Pemerintah Desa Glesungrejo di Dusun Kaung Desa Tanjungsari Kecamatan Tirtomoyo. Kegiatan ini dihadiri oleh Kasi PPM Kec. Tirtomoyo, Jajaran Perangkat Desa Tanjungsari dan Pendamping Desa kec. Tirtomoyo serta pendamping Desa Kec. Baturetno.

Pada kesempatan ini Kepala Desa Glesungrejo (Bp. Andi Wirawan) mengikutsertakan jajaran perangkat desa, BPD, KPMD dan Bumdes untuk bersama-sama menimba ilmu tentang irigasi perpipaan di dusun Kaung Desa Tanjungsari Kec. Tirtomoyo.

Sambutan Ketua TPID Kec. Baturetno ; Bp. Drs. H. Suyamto

Dalam sambutannya, Ketua TPID Kec. Baturetno menyampaikan “Maksud dan tujuan kami adalah mengantarkan Kepala Desa Glesungrejo beserta unsur-unsur terkait untuk menimba ilmu di bidang pertanian khususnya dalam hal irigasi perpipaan. Salah satu hal yang menjadi dasar terpilihnya Desa Tanjungsari sebagai tempat kegiatan replikasi inovasi desa karena kondisi geografis Desa Glesungrejo tidak jauh beda dengan kondisi di Desa Tanjungsari”

Untuk meningkatkan hasil pertanian diperlukan teknologi tekait pendistribusian air yang efektif. Teknologi yang dikembangkan oleh Gapoktan Ngudi Makmur II terkait pendistrbusian air irigasi diantaranya adalah teknologi jaringan irigasi sistem perpipaan.

Bp. Sunardi yang juga sebagai Kepala Dusun Kaung memaparkan hambatan dan tantangan serta suka duka dalam menjalankan program inovasi ini

Kunci utama dari jenis irigasi perpipaan adalah terdapatnya sumber air. Walaupun posisi air di bawah permukaan lahan pertanian tidak masalah. Itu karena menggunakan pompa untuk pemanfaatannya. Dengan demikian lahan pertanian yang tidak terjangkau dengan irigasi waduk dan bendung yang umumnya secara grafitasi masih bisa mendapatkan air irigasi.

Kegiatan Irigasi Perpipaan diprioritaskan pada lokasi kawasan pertanian yang sering mengalami kendala atau kekurangan air irigasi terutama pada musim kemarau. Output dari kegiatan ini adalah terlaksananya kegiatan-Kegiatan Irigasi Perpipaan sehingga tersedia sumber air yang dapat dimanfaatkan oleh petani dan petani sukses panen dengan hasil yang memuaskan

Tanaman Jagung hasil irigasi perpipaan siap panen

Mencoba membuka kran dan air mengalir

Area sumber air

Kasi PPM Kec. Tirtomoyo juga menyampaikan hasil nyata bahwa program irigasi ini telah berdampak positif pada masyarakat, mengandung arti bahwa pengalokasian dana desa untuk kegiatan ini tidaklah sia-sia.

Dalam kesempatan ini pula, PDTI Kec. Trtomoyo; Bp. Iwan Ristanto mengapresiasi pada Desa; khususnya Desa Tanjungsari yang telah berinovasi dalam penggunaan dana desa untuk kegiatan pembangunan infrastruktur dinamis yang dapat menyejahterakan ekonomi masyarakat dan tidak melulu pada infrastruktur statis yang semakin lama semakin terkikis nilainya (contoh : pembangunan jalan, dll). “Semoga Desa Glesungrejo bisa segera mereplikasi inovasi ini”, tuturnya.

PDTI Kec. Tirtomoyo pada saat memberikan sambutan

Semoga Pemerintah Desa Glesungrejo dapat mereplikasi inovasi ini, sehingga kesejahteraan petani tercapai.admin (nf)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan