Peringatan Hari Kartini Ke-140 TP PKK Desa Glesungrejo

glesungrejo.desa.id _ Senin, 29 April 2019 telah diselenggarakan serangkaian acara Peringatan Hari Kartini Ke-140 oleh Tim Penggerak PKK Desa Glesungrejo.
Pada tahun ini Penyelenggaraan peringatan Hari Kartini disusun secara sederhana tetapi sarat makna dan tidak mengurangi esensi dari kegiatan ini.
1. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Lagu Ibu Kita Kartini.

2. Pembacaan Doa

Pembacaan Doa oleh ibu Kurnia Lutfi Astuti

Doa Hari Kartini

Bismillahirrahmaanirrahiim
Allahumma sholli’ala Muhammad wa’ala alihi wa ashabihi ajma’in

Ya Allah ya Malik yang maha memiliki,alam semesta dan semua isinya, pada hari ini kami memperingati hari seorang wanita yang engkau beri kemuliaan
Seorang wanita yang bisa kami jadikan teladan
Seorang wanita yang bisa kami jadikan panutan
Seorang wanita yang sudah mengispirasi kami sebagai seorang wanita Indonesia
Seorang istri yang bisa kami jadikan gambaran wanita yang baik,dansolehah
Seorang wanita yang rela berkorban dan berbuat untuk kemajuan kami kaum wanita Indonesia
Seorang ibu yang baik sebagai panutan dan suri tauladan untuk generasi penerus kami

Ya Allah ya Rahman tuhan yang maha pengasih
Jadikanlah hari ini adalah hari sebagai mumentum untuk kami untuk lebih memperbaiki diri dan punya hati nurani yang agung seperti ibu kartini
Jadikanlah kami sebagai seoang wanita yang baik bisa menadi Inspirasi yang mulia untuk orang lain.
Jadikanlah kami seorang ibu yang bisa menjadi contoh tauladan ang baik tuk anak didik kami

Ya Allah ya Samad hanya kepadamu kami menyembah dan hanya kepadamu ya allah kami meminta pertolongn.

Ya allah ya alim hanya engkau yang maha tahu tunjukan yang benar itu nyata benar mudahkanlah kami untuk menjalankannya
Dan tunjukakanlah yang salah itu nyata salah dan mudahkanlah kami untuk menjauhinya

Ya allah berikanlah kami kebaikan dunia dan kebaikan diakhirat dan jauhkanlah kami dari api neraka. Aaamiin ya rabbal alamien. Walhamdulilahirabbil alamin.

3. Pembacaan sejarah singkat RA. Kartini

Pembacaan Sejarah singkat RA. Kartini oleh ibu Amanah Purwaningsih

Sejarah Singkat R.A. KARTINI

Raden Adjeng Kartini, lahir di Jepara Jawa Tengah tanggal 21 April 1879. Atau lebih tepatnya ia dipanggil dengan nama Raden Ayu Kartini, karena pada dasarnyagelar Raden Adjeng hanya berlaku ketika belum menikah, sedangkan Raden Ayu adalah gelar untuk wanita bangsawan yang menikah dengan pria bangsawan dari keturunan generasi kedua hingga ke delapan dari seorang raja Jawa yang pernah memerintah. Kartini sendiri menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat pada tanggal 12 November 1903 yang telah mempunyai tiga istri. Dari pernikahannya tersebut ia dikaruniahi seorang anak perempuan bernama Soesalit Djojoadhiningrat yang lahir pada tanggal 13 September 1904.
R.A. Kartini lahir dari pasangan Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat yakni bupati Jepara dengan M.A. Ngasirah. Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dan dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua.
Oleh karena orang tuanya termasuk orang penting dalam pemerintahan, Kartini sempat diberikan kebebasan untuk mengenyam pendidikan yang lebih dibandingkan perempuan lainnya. Ia bersekolah di ELS (Europese Lagere School) walaupun hanya sampai berumur 12 tahun. Disanalah antara lain Kartini belajar bahasa Belanda.
Dengan keterampilannya berbahasa Belanda, Kartini mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-temannya yang berasal dari Belanda. Disitulah ia mencurahkan segala unek-uneknya tentang ketidakadilan yang dirasakannya akan beberapa hal yang ia anggap memojokkan wanita pada waktu itu.
17 September 1904, Kartini menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

Setelah Kartini meninggal, barulah pemikiran Kartini tentang perempuan di Indonesia mulai banyak menjadi pembicaraan. J.H. Abendanon yang ketika itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama dan Kerajinan Hindia Belanda mulai mengumpulkan surat-surat yang pernah ditulis oleh R.A Kartini ketika ia aktif melakukan korespondensi dengan teman-temannya yang berada di Eropa. Akhirnya disusunlah buku yang awalnya berjudul ‘Door Duisternis tot Licht’ yang kemudian diterjemahkan dengan judul Dari Kegelapan Menuju Cahaya yang terbit pada tahun 1911.
Buku ini kemudian banyak mengubah pemikiran masyarakat Belanda tentang wanita pribumi. Inilah yang akhirnya membuat Kartini diabadikan sebagai salah satu Pahlawan Nasional yang dikenal memperjuangkan hak wanita.

4. Sambutan Kepala Desa Glesungrejo selaku Pembina TP PKK Desa Glesungrejo

5. Sambutan sekaligus isian dari Ketua TP PKK Desa Glesungrejo

Dalam kesempatan ini Ny. Farina Andi Wirawan mengambil Tema “Dengan semangat kartini, kita wujudkan perempuan dan keluarga Glesungrejo cerdas, tangguh, mandiri, dan sejahtera”

6. Persembahan Puisi Kartini berantai oleh panitia

Melalui momentum peringatan Hari Kartini ini, diharapkan agar para kaum perempuan bisa menjadi generasi wanita yang tangguh dan berakhlak mulia, perempuan yang tahu menempatkan diri sesuai kodratnya dan tidak menyalahi kodratnya sebagai seorang wanita, dalam hal membantu tugas-tugas suami membangun keluarga, ikut serta pula membangun masyarakat dan juga bangsa negara, untuk mewujudkan keluarga yang Sejahtera dan Barakah.

(admin)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan